18.6.18

EID MUBARAK 1439

Allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar. Alhamdulilah puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan kesempatan kepada kita semua untuk melakukan ibadah di bulan yang penuh berkah ini semoga kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan ditahun depan amiin.

Setelah melewati ibadah puasa satu bulan lamanya, akhirnya kita bertemu juga dengan Idul fitri, hari kemenangan kita, hari baru, lembaran baru bagi semua umat muslim. Saat nya bagi sesama umat muslim saling memaafkan dan menyambung tali silahturrahmi entah dengan keluarga maupun dengan tetangga.

Seperti biasa, setelah shalat Eid kami pergi ke rumah Nenek yang di Malang terlebih dahulu, dan sorenya kami akan berangkat ke rumah Nenek yang di Sidoarjo. Karena memang bapak memang asli Malang dan ibu berasal dari Sidoarjo kami tidak pernah mudik terlalu jauh, hehehe

Untuk outfit yang ku gunakan kemarin, semua berasal dari brand local yang aku beli di local store Malang. (Setauku seperti itu). Aku menggunakan atasan putih berbentuk kimono dan rok maxi berwarna lavender gelap, terakhir pakai sepatu putih agar kaki terasa nyaman.

Thank God praise to Allah SWT who always give pleasure and opportunity to all of us to do worship in this blessed month, may we meet again with Ramadan in next year aamiin.

After a month of fasting, we finally meet Eid ul-Fitr, our victory day, new day, new page for all Muslims. Its time for fellow Muslims to forgive each other and connect silahturrahmi either with family or with neighbors.

As usual, after Eid prayer we went to my grandmother's house in Malang( its from my dad) and in the afternoon we will go to grandma's house in Sidoarjo (Its from my mom). Because my dad originally from Malang and mom from Sidoarjo so thats why we never going too far, hehehe.

For outfit that I used yesterday, all came from local brand that I bought at local store at Malang. I wore a white kimono-shaped and a dark-lavender maxi skirt, and lastly wear white shoes for comfortable feet.













Top : A & R
Maxi skirt: Unbranded
Shoes : Donatello


Jadi seperti itulah tampilan ku di hari pertama idul fitri. Karena kemarin aku ngin menampilkan sisi kekalemanku (hahaha )di hari yang fitri. Jadi, aku menggunakan rok yang bewarna dark lavender karena warna tersebut bisa memberikan efek anggun. Kedua memadukan dengan top kimono bewarna netral putih, menambah kesan kalem dan suci (karena bebarengan dengan hari raya juga :D). Ketiga karena aku menyukai kenyamanan pada kaki, aku menggunakan sepatu yang berwarna senada dengan atasanku. Jadilah seperti diatas. Tampilan manis dan elegan ala aku ^_^

So that's how I look on the first day of Eid fitri. Because I want to show my graceful side (hahaha) on a Eid  day. So I used dark lavender-color because it was give a graceful effect. Both combine with white neutral white kimono, give calm and sacred impression (because along with Eid-fitr). Third, I like the comfort feet, so I used matching shoes with my top. Be as above, looks sweet and elegant by me.^^


Sekian postingan kali ini, semoga bisa menginspirasi! 

Mohon maaf lahir dan batin semua nya :))

25.2.18

Paradise, Paradise, Paradise.

Bali emang gabisa di deskribsikan dengan kata-kata, berapa kalipun kamu datang ke pulau ini kamu akan dibuat jatuh cinta dengan keindahanya. Februari ini, aku sama  bofie trip ke Bali selama 4 hari. Sebenarnya, kita merencanakan traveling ini pada bulan Januari kemarin, cuman si bofie lagi ada magang jadilah tanggal 12 Februari 2018 tepat nya kami berangkat.

Pada pukul 07.00 WIB kami menaiki travel yang mengantarkan kami ke Bandara Juanda. Untuk ke Juanda dari Malang, kita memerlukan waktu sekitar 2 jam-an ( kalo ga macet dan ga lewat tol) jadi waktu nyampek di bandara, udah menunjukan pukul 09.00 WIB. ( padahal pesawat aing jam 1 wkwk) ga kebayang gabut nya kita setengah mati nunggu itu gimana haha :D. But, we enjoy it. Sedikit bercerita, ini pengalaman pertamaku  untuk naik pesawat. Alhasil, sebenernya aku deg-degan setengah matiiii nunggu itu hihi.

Setelah 55 menit kita melayang di udara, karena perbedaan waktu 1 jam antara pulau Jawa dan Bali, kami mendarat di Bali pada pukul 3 sore. Kemudian, kami memesan taxi online yang akan mengantarkan kami ke rumah saudara nya Randy di daerah denpasar. (Kita tinggal disana selama di Bali hehe). memerlukan waktu 45 menit untuk meluncur ke sana, dikarenakan macet,banyak orang pulang dari kantor. Setealah istirahat sebentar dan bercengkrama, kami pergi untuk melihat sunset di Pantai Double six, cumaan karena rame dan aku lupa membawa sandal serta matahari nya tertutup oleh awan,  kami tidak lama lama disana. But, I got some picture in there.

Bali is really beyond the words, how many times you visit this place you always been love with this place. This February, me and my boyfriend was trip to Bali for 4 days. Actually, we planned this trip in January, but he had internship so we decided at February 12 went to Bali.

At 7 a.m. we went by car or travel that brought us to Juanda, and we need at least 2 hours to arrived in there. (If, there no terrific and didn't pass jalan tol) so at 9 a.m we arrived in there. (but my flight plane at 1 pm LOL wkwk). I have a little bit story, actually this is my first flight and I never go by plane at all. Honestly im very nervous that time haha. 

After 55 minuets we flew on the air, because of the different time  between Java and Bali (1 hours), we landed at 3 pm. Immediately,  my boyfriend order taxi online for took us to his family house at Denpasar. Then after we had break and some conversation, we decided to see sunset. But unfortunately, there were not sunlight, they  hidden at back of clouds. So sad. But, i got some picture in there.






Di hari kedua, tepat nya hari Selasa tanggal 13 Februari, kita pergi ke Ubud. Memerlukan waktu yang agak lama sih sekitar 1.5 jam untuk tiba disana. Ubud menyajikan pemandangan yang bernuansa hijau dan segar. Karena di sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan sawah dan tanaman-tanaman hijau lainya. Sangat berbeda dengan pusat kota di Bali yang menyajikan Pantai. Udara di Ubud juga sejuk, panas yang tidak terlalu menyengat dan memberikan ketenangan.

Di Ubud, kami mampir ke sebuah cafe, namanya Green Kubu Bali. Selain menyediakan makanan khas Bali yang endees disana juga menyediakan pemandangan yang dijamin membuat kita semua betah tinggal disana. Jangan khawatir, makanan disana tidak mengandung babi sama sekali kok :). Selain itu, Green Kubu Bali, juga menyediakan wahana bagi pecinta ke ekstriman. Terdapat ayunan yang lumayan tinggi dan membuat adrenalin mu terbangun. Cukup dengan membayar 15 ribu kamu sudah bisa menikmati wahana ini. (Maaf untuk lupa tidak memotret ayunan nya )

In the second day, at Feb 13, we went to Ubud. For went to there we need 1 and half hours by motorcycle. Ubud is different from city center, it serves some green and cooling view. Also ubud have freshly air, less sunburn, and gives us serenity.

When we in Ubud, we visited a cafe, its name is Green Kubu Bali. Beside serves delicious Bali's food, it serves beautiful view that made us wants stay along say in there. If you are a Moslem, don't worry, Green Kubu doesn't have pork menu. Then, this cafe also providing ride for extreme lovers. There was high swing and can awaken your adrenaline. Only 15 thousand rupiah you can enjoy this ride.





Is it beautiful, isnt it?








Never say no to selfie right?

That is fried rice and I forget the name but looks like curry without coconut milk

There are chicken and Green Pumpkin. (buah manisah)
Kami cukup puas dengan makanan disana. Enak dan pas untuk perut kita :D. Ini recomend banget buat kalian yang suka nongkrong, maupun yang lagi cari makan untuk makan siang hehe. Jadi ga cuman dapet kenyang kalian juga bakalan puas dengan pemandangan serta wahana yang telah disediakan.

We completely satisfying enough with food in there. It is good and filling our stomach enough. This is recommended cafe for you who like hangout with friends or just looking for lunch. So, not only satisfying with the food but also with the view and the ride that serves for us.


Hari ketiga di Bali, kami mengunjungi dua macam pantai, pertama Pantai Pandawa dan kedua Pantai Kuta. Untuk pergi ke Pandawa, kita memerlukan waktu selama 50 menit dan melewati jalan yang lumayan macet kemarin. ( Karena ada pembangunan jalan waktu itu.) Kita berangkat pada pukul 2 sore. Alasannya biar ga kepanasan, eh tetep aja masih so hot!

Pandawa sendiri adalah tokoh penting dalam perwayangan dalam cerita Mahabaratha. ( Yang ibu nya suka India pasti ngerti dah, hehehe.) Jadi, karena pantai ini di namakan Pantai Pandawa, di sepanjang jalan ini terdapat patung-patung dari kelima pandawa tersebut (Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa) dan ibu kandung mereka (Kunthi). Sayangnya, maafkan daku karena tidak memoto semua tokoh pandawa itu huhu.

Third day in Bali, we visited two beach, the first one is Pandawa and the second is Kuta. Went to Pandawa, we need 50 minuets from city center and pass pretty terrific way ( It because construction road ).

This sculpture is Bima. He is the biggest one from 5 pandawa.

So, why i asked him to take pictr with Bima, it bcs they are twins haha :D

This is Arjuna. Women dream because he is so handsome and  have wife more than one.

Arjuna
This is Pandawa beach
 Pandawa it self is an important characters in story of pewayangan Mahabaratha. So, because this beach was named Pandawa, along the street there are Pandawa character's sculpture  (Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa)   and their biology Mother (Kunthi). Unfortunately, I didn't have all picture pandawa member sculpture.

SO PRETTY KAN?

Pantai Pandawa memiliki warna hijau kebiruan yang membuat kita betah seharian berjemur disana. Suara deburan ombak ringan disertai dengan angin beraroma laut membuat ku jatuh cinta tanpa syarat dengan ciptaan tuhan satu ini. Cuman, kalau di pandawa pasirnya agak kasar, banyak kerang dan kerikil kecil, mungkin pecahan kerang2an gitu ya. Tapi tetep bersih dan putih kok, jadi cocok sama warna laut yang turquoise gitu.

Pandawa have colors like turquoise and literally it make us want stay along day in here. The wave sounds, smell sea breeze  make me in love unconditionally with one of God creature. Pandawa have coarse sand, maybe it from shell fragments. But they still clean and white, it is suitable with the sea.













Setelah puas dengan Pandawa, kita melanjutkan perjalanan kita ke Kuta untuk melihat sunset yang telah ku idam-idamkan dari awal kedatangan. Alhamdulilah hari itu sangat cerah dan tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. Dari Pandawa kami meluncur ke Kuta dengan kecepatan yang biasa saja sambil menikmati setiap jalan yang kami lewati. Melihat sekeliling dan mengingat setiap detail dari sudut jalanan di Bali. Banyak sekali yang bisa di ingat dari pulau ini. Selain kekayaan nya terhadap alam, kebudayaan nya yang mereka jaga tidak luntur dari jaman dulu hingga sekarang.

Sesampainya di Kuta ternyata matahari masih belum turun juga, sehingga kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Sunset disini sangat indah, karena deburan ombak menjadi sangat besar disertai dengan angin kencang dan warna jingga yang ada pada matahari terbenam membuat suasana disini semakin indah, dan sempurna.

After from Pandawa, we went to Kuta to see sunset. Alhamdulilah, it was a bright day so rain was not coming up. From Pandawa we was looking around and enjoying our jouney. Bali has everything to remember. Beside their nature, Bali's culture is never gone.

When we arrived in there, The sun wasn't yet to going down. Then we decided to looking for lunch ( not really lunch because it is about 5.30 pm.) 

I want to describe how sunset view in here. It was beautiful, so close and warm. Even the waves and the sea breeze were bigger (because this was a time changing, noon to dusk) i feel so relax in here. Then accompanied with orange color which is come out from sunset made this view so unforgettable. 









Please don't salfok to that mcd's plastic :'D




haha

Bye bye  Sun !
Hari terakhir di Bali, agak sedih juga karena masih rindu suasana disini. Dan kemaren telah mendapatkan what a perfect sunset,that day was a rainy day! ( itu yang membuatku sedih huhu)

Setelah menunggu reda nya hujan yang lumayan lama, kami pergi ke destinasi terakhir kami yaitu Nusa Dua. Perjalanan kesana ga begitu jauh sekitar 50 menitan, tapi kalian harus melewati macet di daerah jalan tol (mungkin karena ada pembangunan jalan).

Sesampainya disana kami harus berjalan sekitar 1 km-an untuk menuju ke Water Blow. Dalam perjalanan kita disuguhi dengan pemandangan sepenuhnya, kanan dan kiri Pantai dan laut, Banyak sekali turis mancanegara yang surfing di pantai tersebut. Dan, ada disalah satu pantai, aku lupa yang namanya apa, cuman kalau dari pakiran jalan masuk itu ada disebelah kiri jalan terdapat Pura yang lumayan cukup luas.

Di water blow terdapat banyak batu karang yang lumayan terkikis oleh air laut. Disana kita dapar melihat semburan ombak kencang yang terkena batu. ( sama seperti di tanah lot) Tetapi, pada saat itu mungkin karena faktor waktu juga, semburan ombak disana tidak begitu banyak dan keras.

Last day in Bali, pretty sad because after yesterday i had a perfect sunset and day then i got rainy day. After waiting rain stop, it was pretty long we went to our last destination that was Nusa Dua.
We had to face 50minuets from town to got there. 

After we arrived we have to wlking around 1 km? I think so, to arrived inside Water Blow. In our way,we was served by beach in along way we walking. There was so many Bule that surfing in there. And, one of that beach has a Pura. Pretty huge, and it is above a coral.

At water blow, there are many coral that eroded by the waves. In there we could see waves spurt that hit the coral. (It is similar with Tanah Lot). But, because maybe time factors, i couldn't watch big waves spurts.
















Jadi, kesimpulannya, Saya bersyukur sekali karena pada awal tahun 2018 saya berkesempatan untuk berlibur ke pulau ini. Tempat ini selalu membuat saya betah dan ingin menetap saja disana. Semoga ada cara ya hehe :D

BIG LOVE

3.1.18

Sarapan ? Soto Ayam Cak Pir

Alhamdulilah, setelah sekian lama tidak menulis apapun di blog saya ini, hari ini perdana ingin menulis blog lagi dan semoga selalu update setiap minggu. Anyway kali ini saya akan menulis menggunakan bahasa Indonesia saja ya! hehehe.

Kali ini, saya mau share tentang masakan khas Indonesia yang umumnya banyak sekali penggemarnya yaitu soto ayam. Kalo kamu-kamu penghuni Malang asli, atau yang lagi jalan jalan or libuan di Malang recomend banget deh sama yang namanya Soto Cak Pir ini. Betempat di Jl Kalpataru no 103-Suhat, a.k.a Soekarno Hatta, Malang Soto  ini sangat mudah pencariannya. Siapa sih yang ga tau Jl. Soekarno-Hatta Malang? hehehe.








Kalo susah nemunya nanti pake GPS aja ya :D


Gak perlu takut mahal, dijamin harga di soto ayam ini sangat terjangkau. Cocok buat kamu yang doyan kuliner pinggiran namun rasa unggulan banget :). Cukup dengan mulai dari 10K kamu-kamu bisa menikmati Soto Ayam Cak Pir ini. Pake ayam kampung lagi. Yummy! (bisa nambah kulit atau jeroan lho kalau kamu suka!)








Aku pribadi, suka banget sama soto ini. Kalau menurutku sih This soto is the best in town hehehe. Karena kuahnya itu berasa banget dan ga encer. Jadi rempah-rempah nya kerasa banget. Plus Cak Pir ini ngasih koya nya banyak banget, jadi tambah nikmaaaaaaattt. Alhamdulilah hehehe.

Okay, itulah beberapa review dari soto Cak Pir, ini itu serius enaaak banget, jadi see you guys in next article :D